JAKARTA, PP - Presiden Lippo Group, Theo L Sambuaga bersama Palang Merah Indonesia (PMI) berkolaborasi membantu masyarakat yang terkena musibah musibah tsunami Selat Sunda. Grup Lippo, mengunjungi Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, Sabtu (5/1), yang merupakan salah satu tempat terdampak parah akhir musibah tsunami,
Theo L Sambuaga mendorong PMI untuk segera mendatangkan pertolongan lima ton beras yang sangat diharapkan masyarakat.
Bantuan beras itu merupakan bab dari bantuan-bantuan tanggap darurat sebelumnya, di mana PMI bekerja sama dengan pihak swasta, menyerupai Lippo Group. Bantuan-bantuan itu sudah disalurkan PMI semenjak hari pertama bencana.
Kunjungan Lippo Group bersama PMI ke lokasi bencana, didampingi perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari Jakarta, Bogor, Bandung, Surabaya, dan Solo. Selain itu, ada juga pejabat Kabupaten Pandeglang Haji, Wakil Camat Sumur Maman.
"Grup Lippo mempunyai janji tinggi, untuk membantu masyarakat yang tertimpa bencana. Kami sudah menyalurkan pertolongan melalui PMI. Lippo Group siap membantu sepenuhnya langkah pemerintah, termasuk PMI dalam meminimalkan efek bencana," tegas Theo.
Dalam kunjungan Lippo Group bersama PMI, sejumlah langkah kongkrit dilakukan menyerupai menunjukkan pertolongan pembangunan instalasi air bersih, perbaikan sejumlah bahtera nelayan, perbaikan gedung sekolah yang rusak, serta pertolongan peralatan belajar.
Ketua Umum Pengurus Pusat PMI, Ginandjar Kartasasmita mengatakan, PMI bersinergi dengan pengusaha dan swasta bersama sama meminimalkan efek bencana.
?Selain memberi bantuan, PMI mengadakan pertemuan dengan seluruh pengurus PMI Provinsi Banten dan kabupaten/kota di Serang, yang dipimpin oleh Sekretaris PMI Banten, Rachmat .
Pertemuan dilaksanakan di kantor PMI Banten itu membahas upaya yang dilakukan petugas PMI di lapangan serta hambatan yang dihadapi serta langkah-langkah untuk mengatasinya.
Untuk diketahui, Masyarakat pesisir pantai itu didominasi oleh komunitas nelayan. Saat tsunami melanda Kecamatan Sumur, tercatat 37 orang meninggal dunia ratusan bangunan dan barang, menyerupai rumah, sekolah, instalasi air, dan bahtera nelayan rusak berat.
Sumber http://www.posmetro.co.id


