POSMETRO, PRABUMULIH - Kasus inovasi jenazah yang sebelumnya berstatus Mr.X yang sempat menghebohkan masyarakat Kota Prabumulih itu akibatnya sanggup terungkap berkat kerja keras abdnegara Kepolisian Polsek Prabumulih Barat dan Satreskrim Polres Prabumulih.
Yang menarik dalam masalah ini adalah, antara korban dan pelaku masih berstatus keluarga dekat. Karna duduk kasus sepele akhir tak mengakui maling sepeda motor, korban berjulukan lengkap Sukirman Hatta (27) harus berakhir dengan kematian yang sadis.
Korban sebelum tewas terlebih dahulu mengalami penyiksaan yang amat sangat menyakitkan. Hal ini terungkap dari hasil interogasi posmetro.co.id dengan para pelaku sebelum gelar kasus oleh Polres Prabumulih dilaksanakan pagi tadi, Rabu (12/06/2019) di Mapolres Prabumulih.
Terungkap sebelum korban ditemukan tewas mengenaskan di kebun karet milik warga Kelurahan Payuputat, Minggu (09/06/2019), jumat malam, (07/06/2019) korban telah di sanksi oleh enam pelaku.
Bak film G.30 S PKI di tivi-tivi, korban awalnya dijemput dari kediamannya oleh Panja. Perintah penjemputan berasal dari Opan pemilik Motor Yamaha NMax yang menurutnya hilang akhir dicuri oleh Korban.
Opan memerintahkan Panja dan Rosmadi menjemput korban untuk ditanyai masalah motor tersangka Opan yang hilang. Perintah tersebut terealisasi dengan baik. Saat korban dijemput dari kediamannya, korban sedikitpun tidak curiga karna yang menjemput dirinya juga merupakan keluarga dekat. Begitu juga dikala korban dalam perjalanan menuju daerah eksekusi, ia tidak sedikitpun curiga terhadap dua orang pelaku yang membawanya memakai sepeda motor.
Hingga pada akibatnya di TKP yakni di Jalan Tani di Kelurahan anak Petai, ia sedikit terkejut melihat pelaku lainnya seperti, Opan, Ongki, Mayen dan Poniman (DPO) sudah berada di TKP dengan wajah-wajah yang tidak bersahabat.
Sesampainya di TKP di jalan Tani tersebut, korban diturunkan dari atas motor. Namun korban mulai curiga alasannya yaitu salah seorang dari pelaku memeluk korban dari belakang usai turun dari atas motor. Tak usang Topan alias Opan eksklusif mengeluarkan sebilah bendo dan meletakkannya sempurna di leher korban. Saat itu keduanya sempat beradu mulut.
Korban didesak untuk mengembalikan Motor Yamaha NMax yang berdasarkan Opan telah dicuri oleh Korban. Beradu mulut, korban yang merasa bukan dirinya yang mencuri motor ngotot tidak mau mengaku menciptakan Opan kalap lupa diri kemudian menari bendo yang berada di leher korban.
Saatttt... Leher korban terkoyak dan mengucurkan darah segar. Meski begitu, tidak satupun diantara para pelaku yang merasa iba. Justru sebaliknya, satu pelaku Poniman yang sekarang buron malah menusuk perut korban dengan pisau.
Bak pembantaian Para Jenderal di film G-30 S PKI, korban yang sudah sekarat kembali diseret ke semak-semak tak jauh dari daerah awal. Disana korban kembali disiksa, kepala korban di pukuli dengan kayu lingkaran hingga lebam.
Korban diantara hidup dan mati dipaksa dimasukkan ke dalam karung. Untuk menghilangkan barang bukti serta jejak pembunuhan, rencananya korban ingin di tenggelamkan di Sungai Lematang di Kelurahan Payuputat. Kenapa sanggup batal dan korban akibatnya ditemukan warga di kebun karet?
Jawabnya adalah, dalam perjalanan ke sungai lematang, para pelaku tiga kali terjatuh di tengah jalan yang licin. Akibat sulitnya medan jalan, korban yang telah dibungkus dalam karung terjatuh dari atas motor serta pengemudinya menciptakan bungkusan tersebut teekoyak.
Tak ingin menambah masalah di tengah perjalan, para pelaku akhirny Membuang jenazah korban di kebun karet milik warga di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih.
Berikut Video adegan Pembunuhan korban oleh para pelaku yang sudah berhasil diamankan jajaran Polres Prabumulih.
Sumber http://www.posmetro.co.idYang menarik dalam masalah ini adalah, antara korban dan pelaku masih berstatus keluarga dekat. Karna duduk kasus sepele akhir tak mengakui maling sepeda motor, korban berjulukan lengkap Sukirman Hatta (27) harus berakhir dengan kematian yang sadis.
Korban sebelum tewas terlebih dahulu mengalami penyiksaan yang amat sangat menyakitkan. Hal ini terungkap dari hasil interogasi posmetro.co.id dengan para pelaku sebelum gelar kasus oleh Polres Prabumulih dilaksanakan pagi tadi, Rabu (12/06/2019) di Mapolres Prabumulih.
Terungkap sebelum korban ditemukan tewas mengenaskan di kebun karet milik warga Kelurahan Payuputat, Minggu (09/06/2019), jumat malam, (07/06/2019) korban telah di sanksi oleh enam pelaku.
Bak film G.30 S PKI di tivi-tivi, korban awalnya dijemput dari kediamannya oleh Panja. Perintah penjemputan berasal dari Opan pemilik Motor Yamaha NMax yang menurutnya hilang akhir dicuri oleh Korban.
Opan memerintahkan Panja dan Rosmadi menjemput korban untuk ditanyai masalah motor tersangka Opan yang hilang. Perintah tersebut terealisasi dengan baik. Saat korban dijemput dari kediamannya, korban sedikitpun tidak curiga karna yang menjemput dirinya juga merupakan keluarga dekat. Begitu juga dikala korban dalam perjalanan menuju daerah eksekusi, ia tidak sedikitpun curiga terhadap dua orang pelaku yang membawanya memakai sepeda motor.
Hingga pada akibatnya di TKP yakni di Jalan Tani di Kelurahan anak Petai, ia sedikit terkejut melihat pelaku lainnya seperti, Opan, Ongki, Mayen dan Poniman (DPO) sudah berada di TKP dengan wajah-wajah yang tidak bersahabat.
Sesampainya di TKP di jalan Tani tersebut, korban diturunkan dari atas motor. Namun korban mulai curiga alasannya yaitu salah seorang dari pelaku memeluk korban dari belakang usai turun dari atas motor. Tak usang Topan alias Opan eksklusif mengeluarkan sebilah bendo dan meletakkannya sempurna di leher korban. Saat itu keduanya sempat beradu mulut.
Korban didesak untuk mengembalikan Motor Yamaha NMax yang berdasarkan Opan telah dicuri oleh Korban. Beradu mulut, korban yang merasa bukan dirinya yang mencuri motor ngotot tidak mau mengaku menciptakan Opan kalap lupa diri kemudian menari bendo yang berada di leher korban.
Saatttt... Leher korban terkoyak dan mengucurkan darah segar. Meski begitu, tidak satupun diantara para pelaku yang merasa iba. Justru sebaliknya, satu pelaku Poniman yang sekarang buron malah menusuk perut korban dengan pisau.
Bak pembantaian Para Jenderal di film G-30 S PKI, korban yang sudah sekarat kembali diseret ke semak-semak tak jauh dari daerah awal. Disana korban kembali disiksa, kepala korban di pukuli dengan kayu lingkaran hingga lebam.
Korban diantara hidup dan mati dipaksa dimasukkan ke dalam karung. Untuk menghilangkan barang bukti serta jejak pembunuhan, rencananya korban ingin di tenggelamkan di Sungai Lematang di Kelurahan Payuputat. Kenapa sanggup batal dan korban akibatnya ditemukan warga di kebun karet?
Jawabnya adalah, dalam perjalanan ke sungai lematang, para pelaku tiga kali terjatuh di tengah jalan yang licin. Akibat sulitnya medan jalan, korban yang telah dibungkus dalam karung terjatuh dari atas motor serta pengemudinya menciptakan bungkusan tersebut teekoyak.
Tak ingin menambah masalah di tengah perjalan, para pelaku akhirny Membuang jenazah korban di kebun karet milik warga di Kelurahan Payuputat Kecamatan Prabumulih Barat Kota Prabumulih.
Berikut Video adegan Pembunuhan korban oleh para pelaku yang sudah berhasil diamankan jajaran Polres Prabumulih.

