Foto: Dok Go-JekJakarta -Masih ingat kisah film Keluarga Cemara yang dibentuk ulang dengan pembiasaan di masa kini? Setidaknya, ada satu orang yang mempunyai perjalanan hidup serupa dengan kisah tersebut, yakni Asep Tatang atau yang bersahabat disapa Asta oleh rekan-rekannya sesama kawan driver ojek online. Ia mengaku mempunyai kisah hidup yang hampir serupa dengan alur film Keluarga Cemara.
Teringat betul dalam benaknya ketika ia menceritakan dengan detail saat-saat menjalani karir di suatu korporasi menangani bab pengadaan pada tahun 2014. Hingga kemudian ia terpaksa meninggalkan posisinya tersebut di tahun yang sama alasannya yaitu tindakan orang yang tidak bertanggung jawab.
Selanjutnya, menyerupai kisah abah, Asta terpaksa menyambung hidup dengan menjalani prosesi baru, yaitu sebagai pekerja bangunan di Bandung. Saat menonton film Keluarga Cemara, tak disangka rasa haru pun timbul seiring dengan rasa syukur dikarenakan telah melewati masa-masa yang sulit.
Ucapannya ini merujuk pada tahun 2015 kemudian dikala hasilnya ia bisa mendaftar di Go-Jek sebagai kawan Go-Ride sampai hasilnya diterima.
"Alhamdulillah, semenjak tahun 2013 saya ingin sekali mendaftar tapi belum mendapat kesempatan. Namun hasilnya dikala itu (tahun 2015) saya bisa menjadi bab dari keluarga besar kawan dan di awal tahun 2019 ini saya bisa mendapat apresiasi dari Go-Jek alasannya yaitu tingkat pelayanan yang baik untuk konsumen dengan dijadikan salah satu driver jempolan," tambah Asta.
Menjalani tugas sebagai abah dan kepala rumah tangga di dunia kasatmata menciptakan bapak dari tiga orang putra ini semakin bersemangat, terutama sesudah mendapat peluang untuk mencari penghasilan sambil beribadah membantu konsumen.
"Alhamdulillah apabila dulu dikala menjadi pekerja bangunan saya mendapat penghasilan harian yang saya cukupkan untuk keluarga, namun sekarang dengan menjadi mitra, saya mendapat fleksibilitas dan peluang untuk mencari rezeki lebih banyak sesuai dengan waktu dan keinginan," lanjut Asta.
Ia juga mengungkapkan, selain bisa mendapat penghasilan harian yang cukup, sekarang ia pun sudah bisa mempunyai tabungan melalui Tapenas pada kegiatan Go-Jek Swadaya.
Melalui kegiatan Go-Jek Swadaya, kawan driver mendapat saluran pengelolaan keuangan yang mencakup diskon kebutuhan operasional, cicilan ringan, saluran layanan jasa keuangan menyerupai perbankan dan asuransi, serta saluran terhadap penghasilan pemanis untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Bahkan melalui kegiatan Go-Jek Swadaya, Asta bisa mempunyai asuransi untuk dirinya sendiri, sampai planning partisipasi di kegiatan lainnya menyerupai tabungan KPR dan tabungan haji.
Di sela-sela kesibukannya sebagai kawan driver, Asta yang merupakan anak yatim semenjak umur dua tahun tersebut mempunyai setidaknya dua kesibukan lain sebagai bentuk donasi sosialnya untuk masyarakat sekitar.
Kegiatan pertama yang dijalaninya yaitu dengan menjadi pengajar di Mesjid Nurul Jihad. Selain memberikan kajian, ia juga menawarkan bimbingan untuk belum dewasa yatim yang sering berkumpul dan berguru di mesjid tersebut. Kegiatan selanjutnya yang dijalani Asta dengan penuh semangat dinamakan Beuki Nabung yang merupakan kependekan dari Berbagi Rezeki Nasi Bungkus.
"Setiap hari Jumat, saya bersama teman-teman kawan dan juga anggota komunitas menyisihkan rezeki kami dengan membelikan nasi bungkus untuk aneka macam warga sekitar yang membutuhkan menyerupai tukang ojek pangkalan, pengemudi angkot dan becak, serta warga tidak bisa yang ditemuinya," ungkapnya.
"Saya paham sekali bahwa masih ada anggota masyarakat yang mengalami kesulitan dan kami bantu-membantu ingin membantu meringankan beban tersebut dengan menawarkan masakan untuk mereka," sambung Asta.
Baca juga: Astra Siapkan 3.000 Mobil Dukung GO-Jek |
Dalam setiap kegiatan Beuki Nabung, Asta dan teman-teman membagikan rata-rata sekitar 50 nasi bungkus. Ke depannya, ia berencana untuk meningkatkan jumlah nasi bungkus yang dibagikan menjadi 100 bungkus. Menu yang dibelikan pun variatif, mulai dari pepes sampai ayam goreng dan lain-lain. Asta pun berharap ke depannya akan semakin banyak teman-teman yang bisa turut berbagi hal-hal baik dan membantu sesama.
"Pengalaman saya sebagai anak yatim menciptakan saya terus terpacu untuk bekerja keras dan membantu orang sebanyak mungkin," tutup Asta.
Sumber detik.com

