Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni/Foto: Charolin PebriantiPonorogo -Pemkab Ponorogo mengeluarkan data terbaru kerugian disebabkan banjir yang terjadi selama 2 hari, Rabu-Jumat (6-8/3) lalu. Total kerugian mencapai Rp 9 miliar.
"Ada dua sektor penting yang rusak jawaban banjir kemarin. Sektor pertanian dan infrastruktur," tutur Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni ketika ditemui di kantornya, Jalan Alun-Alun Utara, Jumat (15/3/2019).
Ipong merinci ada 13 talud atau plengsengan yang jebol dan 5 jembatan yang roboh. Yakni, 2 jembatan di Desa Nambak-Kecamatan Bungkal, 1 jembatan di Desa Broto-Kecamatan Slahung, 1 jembatan di Desa Krisik.
Selain itu, terkait pembangunan jembatan yang sering dipakai warga pihaknya menjanjikan segera dibangun dalam waktu cepat dengan status tanggap tragedi melalui Pengalokasian Anggaran Khusus (PAK) bila tidak ada maka sanggup pengajuan APBD 2020.
"Kalau pertanian yang terendam 1.700 Ha areal padi, yang puso atau gagal panen sebanyak 305 Ha," jelas dia.
Dari 305 Ha itu, lanjut Ipong, petani tidak menerima tunjangan berupa uang. Namun dalam bentuk benih dan pupuk sesuai luasan lahan yang dimiliki.
"Tapi kalau petani ikut asuransi pertanian mereka sanggup mampu ganti rugi Rp 6 juta per Ha permusim," imbuh dia.
Ipong menambahkan pemkab bakal melaksanakan pengerukan dan melebarkan sungai guna mengantisipasi terjadinya banjir. Pun juga ia mengingatkan masyarakat semoga tidak membuang sampah ke sungai.
"Karena sungai yang kita cek kemarin sampahnya banyak sekali, makanya air sungai meluap dan banjir," pungkas dia.
Sumber detik.com

